Selasa, 21 Maret 2017

BANK SAMPAH: UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENANGANAN LINGKUNGAN

BANK SAMPAH:  UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PENANGANAN LINGKUNGAN


Oleh :
H.M Ade Yasin, S.Pd, M.Kes


                                 


Bank Sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalahwarga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank ( Wikipedia, Bank Sampah, 2014  : 1).

Tujuan bank sampah adalah untuk membantu menangani pengolahan sampah di Indonesia, untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapid dan bersih, mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam masyarakat untuk kerajinan dan lainnya. Jadi dengan kata lain bank sampah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan/pengolahan sampah dan sekaligus dalam penanganan lingkungan.

Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya adalah:
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Pasal 19 menyebutkan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri atas pengurangan sampah dan penanganan sampah. Pasal 20 menyatakan pengurangan sampah meliputi kegiatan pembatasan timbulan sampah, pendaur ulang sampah dan atau pemanfaatan kembali sampah. Pasal 22 berbunyi Penanganan sampah meliputi pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah dan atau sifat sampah.
Dengan melihat hal tersebut, apabila penanganan sampah dilakukan secara progresif, simultan dan terpadu/terintegrasi pada sampah basah/organik menjadi kompos (dengan melakukan komposterisasi) dan sampah kering/anorganik dengan melakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi barang yang lebih bermanfaat/berguna maka diharapkan dapat mereduksi sampah dalam jumlah yang sangat besar yang dibuang ke TPA.

Namun kegiatan 3R ini masih menghadapi kendala utama yaitu rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melalui pengembangan bank sampah yang merupakan kegiatan bersifat social engineering yang mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam pengolahan sampah secara bijak dan pada gilirannya akan mengurangi sampah yang diangkut keTPA. Pembangunan bank sampah ini harus menjadi momentum awal membina kesadaran kolektif masyarakat untuk memulai memilah, mendaur ulang dan memanfaatkan sampah karena sampah mempunyai nilai jual yang cukup baik, sehingga pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan menjadi budaya baru Indonesia.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar