Kamis, 23 Maret 2017

Cegah Obesitas pada Balita

Cegah Obesitas pada Balita
Oleh:
Hariyani S, SKM, MKM



Pencegahan dan Penanggulangan kegemukan dan obesitas pada anak sekolah merupakan suatu upaya komprehensif yang melibatkan stakeholder yang ada di wilayah. Stakeholders mempunyai peran sesuai dengan tanggung jawab dan kewenangan, melalui koordinasi dengan kepala Puskesmas.
Kegiatan Pencegahan dan Penanggulangan kegemukan dan obesitas pada anak sekolah meliputi promosi, penemuan dan tatalaksana kasus yang dalam pelaksanaannya melibatkan anak, orangtua, guru, komite sekolah dan stakeholder.
1.    Pencegahan
Pencegahan dilakukan melalui pendekatan kepada anak sekolah beserta orang-orang terdekatnya (orang tua, guru, teman, dll) untuk mempromosikan gaya hidup sehat meliputi pola dan perilaku makan serta aktivitas fisik. Strategi pendekatan dilakukan pada semua anak sekolah baik yang berisiko menjadi kegemukan dan obesitas maupun tidak.
Usaha pencegahan dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Lingkungan sekolah merupakan tempat yang baik untuk pendidikan kesehatan yang dapat memberikan pengetahuan, keterampilan serta dukungan sosial dari warga sekolah. Pengetahuan, keterampilan serta dukungan sosial ini memberikan perubahan perilaku makan sehat yang dapat diterapkan dalam jangka waktu lama. Tujuan pencegahan ini adalah terjadinya
perubahan pola dan perilaku makan meliputi meningkatkan kebiasaan konsumsi buah dan sayur, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, mengurangi konsumsi makanan tinggi energi dan lemak, mengurangi konsumsi junk food, serta peningkatan aktivitas fisik dan mengurangi sedentary life style.


POLA HIDUP SEHAT CEGAH KEGEMUKAN

a.      Konsumsi buah dan sayur ≥ 5 porsi per hari
b.      Membatasi menonton TV, bermain komputer, game/playstation < 2 jam/hari
c.      Tidak menyediakan TV di kamar anak
d.      Mengurangi makanan dan minuman manis
e.      Mengurangi makanan berlemak dan gorengan
f.       Kurangi makan diluar
g.      Biasakan makan pagi dan membawa makanan bekal ke sekolah
h.      Biasakan makan bersama keluarga minimal 1 x sehari
i.       Makanlah makanan sesuai dengan waktunya
j.       Tingkatkan aktivitas fisik minimal 1 jam/hari
k.      Melibatkan keluarga untuk perbaikan gaya hidup untuk pencegahan gizi lebih
l.       Target penurunan BB yang sehat


Penemuan dan Tata Laksana Penemuan Kasus : dilaksanakan setiap tahun melalui kegiatan penjaringan kesehatan di sekolah. Langkah-langkah kegiatan :
1)      Pengukuran Antropometri
a)      Penimbangan Berat Badan
b)      Pengukuran Tinggi Badan

Setelah dilakukan pengukuran antropometri oleh petugas gizi atau tenaga kesehatan lainnya bersama guru UKS. Selanjutnya data yang diperoleh dilaporkan ke Puskesmas, untuk ditentukan status gizinya dan tindak lanjut.
2)   Penentuan Status Gizi (di Puskesmas)
a)   Menghitung nilai IMT
b)   Membandingkan nilai IMT dengan Grafik IMT/U
berdasarkan Standar WHO 2005
c)   Menentukan status gizi anak :
(1) Kurus : < - 2 SD
(2) Normal : - 2 SD s/d 1 SD
(3) Gemuk : >1 s/d 2 SD

(4) Obesitas : > 2 SD

Tidak ada komentar :

Posting Komentar