Selasa, 21 Maret 2017

Kenali Bahaya Anemia Pada RemajaAnemia

Kenali Bahaya Anemia Pada RemajaAnemia
Oleh :
       Hariyani Sulistyoningsih, S.KM, M.KM



Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah eritrosit ( sel darah merah) dalam darah kurang dari normal. Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dan eritrosit lebih rendah daripada normal. Pada pria kadar hemoglobin normal adalah 14-18 gr% dan eritrosit 4,5-5,5 jt/. Sedangkan pada wanita , hemoglobin normal adalah 12-16 gr%, dengan eritrosit 3,5-4,5 jt/

Penyebab anemia remaja :
a. Pada umumnya masyarakat Indonesia (termasuk remaja putri) lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit., dibandingkan dengan makanan hewani, sehingga kebutuhan tubuh akan zat besi tidak terpenuhi.
  b. Remaja putri biasanya ingin tampil langsing sehingga membatasi asupan makanan.
  c. Setiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6 mg yang di eksresi, khususnya melalui feses.
atau kadar Hb
  d. Remaja putri mengalami haid setiap bulan, dimana kehilangan zat besi ± 1,3 mg/ hari, sehingga kebutuhan zat besi lebih banyak daripada pria.
                       
Dampak Anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja ataupun kemampuan akademis disekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi. Anemia juga dapat mengganggu pertumbuhan dimana tinggi dan berat badan menjadi tidak sempurna. Selain itu, daya tahan tubuh akan menurun sehingga mudah terserang penyakit. Anemia juga dapat menyebabkan menurunnya produksi energy dan akumulasi laktat dalam otot (Adriani, 2012)

Pencegahan anemia : Makan-makanan yang banyak mengandung zat besi dari bahan hewani (daging, ikan, ayam, hati dan telur); dan dari bahan nabati (sayuran yang berwarna hijau tua, kacang-kacangan, dan tempe). Perlu kta perhatikan bahwa zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap daripada yang terdapat pada sayuran atau makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi.
      Banyak makan makanan sumber vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat besi, misalnya; jambu, jeruk tomat, dan nanas.
      Minum 1 tablet penambah darah setiap hari, khususnya saat mengalami haid.

Menurut DeMaeyer (1995), pencegahan adanya anemia defesiensi zat besi dapat dilakukaan dengan pendekatan dasar yaitu sebagai berikut :
a.     Memperkaya makanan pokok dengan zat besi, seperti: hati, sayuran, berwarna hijau, dan kacang-kacangan. Zat besi dapat membantu pembentukan hemoglobin (sel darah merah) yang baru.
b.      Pemberian suplemen tablet zat besi. Pada saat ini pemerintah mempunyai Program Penanggulangan Anemia Gizi Besi (PPAGB) pada remaja putri, untuk mencegah dan menanggulangi masalah anemia gizi besi melalui suplementasi zat besi.
Memberikan pendidikan kesehatan tentang pola makan sehat. Kehadiran makanan siap saji (fast food) dapat mempengaruhi pola makann remaja (Khomsan,2003). Makanan siap saji umumnya rendah zat besi, kalsium, riboflavin, vitamin A, dan asam folat. Makanan siap saji mengandung lemak jenuh, kolesterol, daan natrium yang tinggi


Tidak ada komentar :

Posting Komentar