Minggu, 19 Maret 2017

LOTUS BIRTH



LOTUS BIRTH
OLEH :
Widya Maya Ningrum, SST, M.KES


Tanya jawab seputar lotus birth. Lotus birth adalah sebuah prosedur kelahiran alami yang tidak menggunting tali pusat ketika bayi lahir dan kini tengah menjadi tren di kalangan dokter dan bidan.
Lotus Birth, sebagai bagian dari metoda gentle birth, merupakan gerakan back to nature yang hendak mengembalikan kearifan lama dalam hidup manusia. Ketika manusia menemukan berbagai perkakas,  manusia ingin hidupnya lebihcepat, praktis,dan nyaman. Namun teknologi juga membawa dampak pada terganggunya harmoni kehidupan, termasuk pada bayi baru lahir. Ketika kita menghilangkan unsur-unsur kerepotan dan keribetan, maka secara tidak sadar kita telah kehilangan manfaat tersembunyi di balik suatu peristiwa alamiah. Ketika kita membiarkan tali pusat bayi digunting ketika bayi dilahirkan, maka kita mengakibatkan bayi kehilangan manfaat plasenta pada awal kehidupannya di dunia.  
Pemotongan bagian tubuh akan menimbulkan perlukaan. Sebagai reaksi terhadap adanya luka, tubuh melakukan proses peradangan guna menyembuhkan luka. Darah dipompa lebih banyak ke daerah luka, sehingga daerah  itu  ”berdenyut” dan  menimbulkan rasa tidak nyaman. Itu pula yang terjadi saat tali pusat bayi dipotong. Bagian abdomen bayi mengalami perlukaan, menimbulkan rasa tidak nyaman ketika  luka ”berdenyut”.
Ketika plasenta dilahirkan -sesaat setelah bayi lahir- organ itu sebenarnya masih menyalurkan darah yang kaya nutrisi dan zat-zat mineral (ureum, natrium, iron dan sebagainya), serta oksigen kepada bayi.
Namun, pemotongan tali pusat akan ”memutus” penyaluran darah dan oksigen tersebut, sehingga bayi kehilangan kesempatan untuk mendapat sekitar 30 mililiter darah dari plasenta, yang nutrisinya sebanding dengan 600 mililiter darah orang dewasa. Metode Lotus Birth menjamin peluang bayi mendapatkan asupan darah dan oksigen dari plasenta.
Salah satunya yang dijelaskan dalam sebuah penelitian adalah  perilaku bayi-bayi yang menjalani Lotus Birth lebih tenang, tidur lebih nyenyak dan mengisap ASI dengan lebih baik  dibanding bayi-bayi yang tali pusatnya digunting. Kemungkinan hal itu disebabkan karena bayi yang menjalani Lotus Birth tidak mengalami luka yang ”berdenyut” dan mengganggu.
Proses persalinan merupakan fase transisi dalam hidup bayi.  Pada momen persalinan, dalam sekejap lingkungan hidup bayi berubah, dari rahim ke dunia. Lotus Birth meminimalkan  trauma pada fase transisi itu.  Tetap terhubung dengan plasenta dan tali pusatnya -tidak buru-buru direnggut dan dipisahkan- diyakini akan  membuat bayi menjalani awal kehidupannya di dunia dengan lebih familiar,  relaks dan tenang, tanpa rasa gamang akibat ”kehilangan” dan  ”perpisahan” mendadak dengan penyokong hidupnya di dalam rahim.  Diharapkan suasana hati bayi yang lebih baik  akan mendukung  proses bonding antara bayi dengan bunda dan keluarganya.
Saat bayi mandi, plasenta harus ikut dibersihkan,  setelah itu dikeringkan dengan cara ditekan-tekan  menggunakan handuk. Plasenta disimpan kembali di waskom dengan ditaburi garam laut/garam kristal dan dibubuhi minyak aromaterapi, untuk mencegah bau. Aromaterapi yang dipilih biasanya lavender, sebab bersifat menenangkan dan tidak disukai serangga. Lotus birth diyakini mempercepat puputnya tali pusat. Setelah puput, tali pusat dan plasenta dikubur seperti biasa.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar