Kamis, 23 Maret 2017

Mewaspadai Jajanan Anak Sekolah

Mewaspadai Jajanan Anak Sekolah
Oleh:
Setiawan, S.H, M.Kes



PERAN PEMERINTAH
Memprioritaskan program peningkatan keamanan pangan jajanan anak sekolah serta keamanan pangan di lingkungan sekolah    melalui kerjasama secara terpadu yang melibatkan lintas sektor baik di pusat (Depdiknas, Depkes, Depdag, Depag, Badan Ketahanan Pangan, Badan POM RI) maupun di daerah dengan meningkatkan peran aktif Pemerintah Daerah (PEMDA).
Mengembangkan analisis mutu kimia PJAS untuk mengetahui keberadaan bahan kimia berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan (formalin, boraks, rhodamin B, methanyl yellow, amaranth), serta analisis mutu lain seperti emerging chemical.
Mengembangkan Peralatan Uji Cepat (Rapid Test Kit) yang dapat digunakan semua pihak untuk mengetahui kandungan bahan kimia berbahaya pada pangan, seperti formalin, boraks, rhodamin B, methanyl yellow, amaranth.
Tetap melaksanakan surveilan/pengawasan keamanan pangan terhadap BTP dan bahan kimia berbahaya yang disalahgunakan     sebagai BTP karena mudah didapat terutama di pasar dan warung kelontong.
Melakukan  evaluasi pelaksanaan kurikulum yang berhubungan dengan gizi dan keamanan pangan, serta upaya pengembangannya.
Meningkatkan edukasi tentang gizi dan keamanan pangan, dapat berupa Training of Trainer (TOT) terhadap guru UKS agar dapat memberikan pembinaan mengenai keamanan pangan terhadap para siswa, orangtua dan penyedia PJAS (pengelola kantin, penjaja PJAS, IRTP produsen PJAS) di lingkungan sekolah.
Melakukan pembinaan penyedia PJAS tentang Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB),  serta praktek penggunaan BTP secara baik dan benar.
PERAN PIHAK SEKOLAH (KEPALA SEKOLAH DAN GURU)
Kepala sekolah berperan menetapkan kebijakan dan peraturan mengenai keamanan PJAS di lingkungan sekolah yang dipimpinnya serta menyediakan sarana dan prasarana pendukung keamanan pangan di sekolah yang memadai.
Guru (terutama guru UKS) berperan:
Melakukan pengawasan terhadap penyediaan PJAS di lingkungan sekolah baik di kantin sekolah maupun di luar sekolah dengan memperhatikan jenis pangan yang dijual serta kebersihan tempat penyedia PJAS dan penjajanya.
Memberikan edukasi bagi pengelola kantin dan penjaja PJAS mengenai keamanan pangan.
Memberikan pengertian dan pengetahuan kepada siswa mengenai cara memilih pangan jajanan yang baik serta dampak negatif yang akan timbul apabila jajan di sembarang tempat.
PERAN ORANG TUA
Orang tua berperan dalam mengawasi kebiasaan jajan anak, mengarahkan dan memberikan pemahaman terhadap anak dalam memilih pangan jajanan yang aman dan bergizi, membiasakan anak sarapan di rumah sebelum sekolah serta memberikan bekal sekolah anak dengan makanan rumah yang aman dan bergizi agar anak tidak jajan sembarangan.

PERAN  PENYEDIA PJAS (PENGELOLA KANTIN , PENYEDIA PJAS DAN IRTP PRODUSEN PJAS)
Penyedia PJAS wajib memperhatikan kebersihan fasilitas dan tempat penjualan  untuk mencegah kontaminasi silang terhadap produk, serta mempraktekkan cara pengolahan pangan yang baik terutama memperhatikan persyaratan higiene dan sanitasi. Penyedia PJAS hanya boleh menggunakan BTP yang diijinkan dan tidak melebihi batas maksimum yang dipersyaratkan, serta tidak boleh menggunakan pewarna ataupun bahan berbahaya yang dilarang penggunaannya pada pangan.
PERAN MASYARAKAT
Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap produk pangan termasuk pangan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi  syarat, antara lain dengan cara melakukan pengujian dengan metode uji cepat (Rapid Test Kit) secara sederhana, dan sebagai salah satu upaya social enforcement.
Kriteria Syarat Jajanan Makanan Yang Sehat
Jajanan yang terbebas dari bahan kimiawi dan berbahaya memang mempunyai ciri kriteria tertentu. Seperti contohnya warna jajanan yang tidak terlalu mencolok. Karena pada umumnya makanan yang berwarna mencolok ditambahi dengan zat pewarna makanan yang bukan untuk makanan. Tidak jarang ditemukan bahan pewarna tekstil yang digunakan untuk menarik minat anak-anak sekolah.

Makanan Yang Sehat harus memiliki ciri sebagai berikut seperti yang pernah diutarakan oleh Dra. Zulaimah Msi Apt selaku Kepala BPOM Semarang yaitu terbebas dari bahaya fisik, kimia dan biologis.
Bahaya jajanan dalam hal fisik antara lain adalah benda asing yang ada dalam makanan. Seperti halnya kuku, rambut, serangga yang mati, potongan plastik maupun yang lainnya.
Bahaya Kimia Makanan antara lain adalah merupakan dan adanya pencemaran zat kimia seperti halnya cairan pembersih, pestisida dan lainnya yang tentunya akan membahayakan kesehatan anak anak kita nantinya. Atau juga diakibatkan racun di bahan makanan sendiri sepeti halnya jamur racun, singkong racun dan lainnya.
Bahaya Bilogis maksudnya adalah dapat disebabkan mikroba patogen. Karena mikroba jenis ini akan bisa menyebabkan keracunan makanan. Bentuknya bisa berupa virus, parasit atau pun bakteri.
Hindari Makanan Jajanan Yang Tidak Sehat
Jajanan anak-anak yang dijual di sekitar sekolah memang harus selektif. Semuanya ini adalah demi kesehatan anak-anak kita semuanya. Hindari jajan yang dijual di tempat terbuka serta tanpa penutup atau tidak dilindungi oleh kemasan makanan tersebut. Hindari pula makanan yang distaples serta yang mengandung benda asing. Dan jangan pula karena memilih jajan sembarang akan bisa membuat dan menyebabkan anak menjadi diarenantinya.
Cara membeli makanan di tempat makanan adalah dengan kita mengajarkan anak-anak kita untuk bisa memilih tempat jualan makanan di tempat yang bersih, serta juga terhindar dari matahari, debu, hujan, dan asap kendaraan bermotor secara langsung. Satu hal lagi ajarkan pula pada anak untuk tidak terbiasa membeli makanan atau jajanan yang dibungkus dengan kertas bekas atau pun koran bekas.
Hati-hati pula dengan jenis makanan yang murah. Karena hal ini biasanya mengandung bahan pangan yang sintesis berlebihan atau bahkan bahan pangan yang berbahaya dan biasanya dijual dengan harga yang murah. Cermati pula bila bahan makanan terebut memiliki wara yang cerah dan mencolok, karena besar kemungkinan mengandung pewarna non makanan.
Mengajarkan dan Melatih Anak Memilih Jajanan Sehat
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para orang tua dalam hal menjaga kesehatan anak dengan cara memilih jajanan yang sehat antara lain adalah sebagai berikut :
Orangtua harus mengedukasi anak agar selalu memilih jajanan yang aman,salah satunya adalah dengan membawakan bekal yang dipilih dan disiapkan sendiri oleh orang tua.Orang tua juga dapat menunjukkan kepada anak-anak tempat-tempat yang higienis dan sehat untuk membeli makanan, misalnya di kantin sekolah yang memenuhi syarat kebersihan.
Biasanya di sekolah, anak-anak akan memilih jajanan yang dijajakan di pinggir jalan atau dekat sekolah. Ajari anak untuk memilih jajanan yang bersih, tidak dihinggap lalat, yang penjualnya menjaga kebersihan diri, dan kemasan makanannya aman. Kalau perlu, sesekali datang ke lingkungan sekolah dan amati jajanan mana saja yang aman bagi anak Anda
Jajanan harus memenuhi syarat keseimbangan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat beraktivitas. Jajanan harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang porsinya berimbang. Makanan bergizi seimbang sangat penting untuk pertumbuhan yang optimal pada anak-anak dan sebagai dasar fondasi hidup sehat untuk masa yang akan datang
Tidak ada satu makanan yang sempurna, yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan gizi seseorang. Oleh karena itu, makan harus bervariasi, agar kebutuhan akan setiap zat gizi terpenuhi. Nasihati anak agar tidak hanya memilih satu jenis jajanan saja.

Dengan selalu menyediakan jajanan atau penganan sehat bagi anak. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar