Kamis, 23 Maret 2017

PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN


PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN
Oleh :
H.M Ade Yasin, S.Pd, M.Kes


Penyakit Berbasis Lingkungan adalah suatu kondisi patologis berupa kelainan fungsi atau morfologi suatu organ tubuh yang disebabkan oleh interaksi manusia dengan segala sesuatu disekitarnya yang memiliki potensi penyakit.
DAMPAK YANG DI TIMBULKAN
Dampak yang ditimbulkan akibat penyakit berbasis lingkungan ini meliputi kepanikan, kerugian ekonomi, menelan banyak korban, aspek politik, pariwisata dan lain sebagainya.
PENCEGAHAN
Untuk dapat melakukan upaya pengendalian penyakit berbasis lingkungan, sangat penting kita ketahui karakteristik penyakit dan patogenesis suatu penyakit. Berdasarkan alur patogenesis tersebut, penyakit berbasis lingkungan dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. DIARE
Diare adalah suatu penyakit yang biasanya ditandai dengan perut mulas, meningkatnya frekuensi buang air besar, dan konsentrasi tinja yang encer. Tanda-tanda Diare dapat bervariasi sesuai tingkat keparahannya serta tergantung pada jenis penyebab diare.
Cara pencegahan penyakit diare yang disesuaikan dengan faktor penyebabnya adalah sebagai berikut :



Penyediaan air tidak memenuhi syarat
1.        Gunakan air dari sumber terlindung
  1. Pelihara dan tutup sarana agar terhindar dari pencemaran
Pembuangan kotoran tidak saniter
  1. Buang air besar di jamban
  2. Buang tinja bayi di jamban
  3. Apabila belum punya jamban harus membuatnya baik sendiri maupun berkelompok dengan tetangga.
Perilaku tidak higienis
  1. Cuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan
  2. Cuci tangan dengan sabun setelah buang air besar
  3. Minum air putih yang sudah dimasak
  4. Menutup makanan dengan tudung saji
  5. Cuci alat makan dengan air bersih
  6. Jangan makan jajanan yang kurang bersih
  7. Bila yang diare bayi, cuci botol dan alat makan bayi dengan air panas/mendidih
Sedangkan intervensi pada faktor lingkungan dapat dilakukan antra lain melalui :
  1. Perbaikan sanitasi lingkungan dan pemberantasan vektor secara langsung.
  2. Perbaikan sanitasi dapat diharapkan mampu mengurangi tempat perindukan lalat. Cara yang bisa diambil di antaranya adalah menjaga kebersihan kandang hewan, buang air besar di jamban yang sehat, pengelolaan sampah yang baik, dan sebagainya.

2. ISPA
Infeksi Saluran Pernapasan Aku/ISPA dapat meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah, merupakan infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Yang dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru.
Sedangkan tempat berkembang biak saluran pernafasan, dengan cara penularan melalui udara (aerogen) berupa kontak langsung melalui mulut penderita serta cara tidak langsung melalui udara yang terkontaminasi dengan bakteri karena penderita batuk.

Cara Pencegahan : Cara efektif mencegah penyakit ISPA (berdasarkan faktor penyebab penyakit), sebagai berikut

:Tingkat hunian rumah padat
  1. Satu kamar dihuni tidak lebih dari 2 orang atau sebaiknya luas kamar lebih atau sma dengan 8m2/jiwaq
  2. Plesterisasi lantai rumah 
Ventilasi rumah/dapur tidak memenuhi syarat
  1. Memperbaiki lubang penghawaan / ventilasi
  2. Selalu membuka pintu/jendela terutama pagi hari
  3. Menambah ventilasi buatan
Perilaku
  1. Tidak membawa anak/bayi saat memasak di dapur
  2. Menutup mulut bila batuk
  3. Membuang ludah pada tempatnya
  4. Tidak menggunakan obat anti nyamuk bakar
  5. Tidur sementara terpisah dari penderita

3. TUBERCULOSIS
Tuberculosis (TBC) adalah batuk berdahak lebih dari 3 minggu, dengan penyebab penyakit adalah kuman / bakteri mikrobakterium tuberkulosis.Tempat berkembang biak penyakit adalah di paru-paru.
Cara penularan penyakit melalui udara, dengan proses sebagai berikut :
  • Penderita TBC berbicara, meludah, batuk, dan bersin, maka kuman-kuman TBC yang berada di paru-paru menyebar ke udara terhirup oleh orang lain.
  • Kuman TBC terhirup oleh orang lain yang berada di dekaqt penderita.
Cara Pencegahan : Cara efektif mencegah penyakit TBC (berdasarkan faktor penyebab penyakit), sebagai berikut :
Tingkat hunian rumah padat
  1. Satu kamar dihuni tidak lebih dari 2 orang atau sebaiknya luas kamar lebih atau sma dengan 8m2/jiwaq
  2. Lantai rumah disemen
Ventilasi rumah/dapur tidak memenuhi syarat
  1. Memperbaiki lubang penghawaan / ventilasi
  2. Selalu membuka pintu/jendela terutama pagi hari
  3. Menambah ventilasi buatan
Perilaku
  1. Menutup mulut bila batuk
  2. Membuang ludah pada tempatnya
  3. Jemur peralatan dapur
  4. Jaga kebersihan diri
  5. Istirahat yang cukup
  6. Makan makan bergizi
  7. Tidur terpisah dari penderita
4. DEMAM BERDARAH DENGUE
Penyebab Demam Berdarah Dengue adalah virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti.
Cara Pencegahan Cara efektif mencegah penyakit Demam Berdarah (berdasarkan faktor penyebab penyakit), sebagai berikut :

Lingkungan rumah / ventilasi kurang baik :
1.     Menutup tempat penampungan air
2.     Menguras bak mandi 1 minggu sekali
3.     Memasang kawat kasa pada ventilasi dan lubang penghawaan
4.     Membuka jendela dan pasang genting kaca agar terang dan tidak lembab
Lingkungan sekitar rumah tidak terawat
1.        Seminggu sekali mengganti air tempat minum burung dan vas bunga
2.        Menimbun ban, kaleng, dan botol/gelas bekas
3.        Menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang jarang dikuras atau memelihara ikan pemakan jentik


Perilaku tidak sehat
1.        Melipat dan menurunkan kain/baju yang bergantungan
5.     KECACINGAN
Penyakit kecacingan biasanya menyerang anak-anak dan disebabkan oleh Cacing Gelang, Cacing Tambang dan Cacing Kremi.
  1. Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) berkembang biak di dalam perut manusia dan di tinja. Telur cacing dapat masuk kedalam mulut melalui makanan yang tercemar atau tangan yang tercemar dengan telur cacing. Telur Cacing menetas menjadi cacing didalam perut, selanjutnya keluar bersama-sama tinja.
  2. Kecacingan yang disebabkan karena Cacing Kremi (Enterobius vermicularis). Tempat berkembang biak jenis cacing ini di perut manusia dan tinja, dengan cara penularan menelan telur cacing yang telah dibuahi, dapat melalui debu, makanan atau jari tangan (kuku).
3.        Penyakit kecacingan lain, disebabkan oleh Cacing tambang (Ankylostomiasis Duodenale). Jenis cacing ini mempunyai tempat berkembang biak Perut manusia dan tinja. Cara Penularan dimulai ketika telur dalam tinja di tanah yang lembab atau lumpur menetas menjadi larva. Kemudian larva tersebut masuk melalui kulit, biasanya pada telapak kaki. Pada saat kita menggaruk anus, telur masuk kedalam kuku, jatuh ke sprei atau alas tidur dan terhirup mulut. Telur dapat juga terhirup melaui debu yang ada di udara. atau dengan reinfeksi (telur – larva – masuk anus lagi)
Cara efektif mencegah penyakit Kecacingan (berdasarkan faktor penyebab penyakit), sebagai berikut :
Pembuangan Kotoran Tidak Saniter
1.        Buang air besar hanya di jamban
2.        Lubang WC/jamban ditutup
3.        Bila belum punya, anjurkan untuk membangun sendiri atau berkelompok dengan tetangga
4.        Plesterisasi lantai rumah
Pengelolaan makanan tidak saniter
1.        Cuci sayuran dan buanh-buahan yang akan dimakan dengan air bersih
2.        Masak makanan sampai benar-benar matang
3.        Menutup makanan pakai tudung saji
Perilaku Tidak Hygienis
1.        Cuci tangan pakai sabun sebelum makan
2.        Cuci tangan pakai sabun setelah buang air besar
3.        Gunakan selalu alas kaki
4.        Potong pendek kuku
5.        Tidak gunakan tinja segar untuk pupuk tanaman
6. PENYAKIT KULIT
Penyakit kulit biasa dikenal dengan nama kudis, skabies, gudik, budugen. Penyebab penyakit kulit ini adalah tungau atau sejenis kutu yang yang sangat kecil yang bernama sorcoptes scabies. Tungau ini berkembang biak dengan cara menembus lapisan tanduk kulit kita dan membuat terowongan di bawah kulit sambil bertelur.
Cara efektif mencegah penyakit kulit (berdasarkan faktor penyebab penyakit), sebagao berikut :
Penyediaan air tidak memenuhi syarat
1.  Gunakan air dari sumber yang terlindung
2.  Pelihara dan jaga agar sarana air terhindar dari pencemaran
Kesehatan perorangan jelek
1.        Cuci tangan pakai sabun
2.        Mandi 2 kali sehari pakai sabun
3.        Potong pendek kuku jari tangan
Perilaku tidak hygienis
1.        Peralatan tidur dijemur
2.        Tidak menggunakan handuk dan sisir secara bersamaan
3.        Sering mengganti pakaian
4.        Pakaian sering dicuci
5.        Buang air besar di jamban
6.        Istirahat yang cukup
7.        Makan makanan bergizi
7      KERACUNANA MAKANAN
Cara efektif mencegah Keracunan Makanan, berdasarkan faktor penyebab penyakit, sebagai berikut :
Makanan rusak atau kadaluwarsa
1.        Pilih bahan makanan yang baik dan utuh
2.        Makanan yang sudah rusak/kadaluwarsa tidak dimakan
Pengolahan Makanan tidak Akurat
1.        Memasak dengan matang dan panas yang cukup
2.        Makan makanan dalam akeadaan panas/hangat
3.        Panaskan makanan bila akan dimakan
Lingkungan tidak bersih / higienis
1.        Tempat penyimpanan makanan matang dan mentah terpisah
2.        Simpan makanan pada tempat yang tertutup
3.        Kandang ternak jauh dari rumah
4.        Tempat sampah tertutup
Perilaku tidak higienis
1.        Cuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makan
2.        Cuci tangan pakai sabun sesudah BAB
3.        Bila sedang sakit jangan menjamah makanan atau pakailah tutup mulut.
8. PENYAKIT MALARIA
Cara efektif mencegah Penyakit Malaria, berdasarkan faktor penyebab penyakit, sebagai berikut
Lingkungan rumah /ventilasi kurang baik
  1. Memasang kawat kasa pada ventilasi /lubang penghawaan
  2. Jauhkan kandang ternak dari rumah ayau membuat kandang kolektif
  3. Buka jendela atau buka genting kaca agar terang dan tidak lembab
Lingkungan sekitar rumah tidak terawat
  1. Sering membersihkan rumput / semak disekitar rumah dan tepi kolam
  2. Genangan air dialirkan atau ditimbun
  3. Memelihara tambak ikan dan membersihkan rumput
  4. Menebar ikan pemakan jentik
Perilaku tidak sehat
  1. Melipat dan menurunkan kain/baju yang bergantungan
  2. Tidur dalam kelambu
  3. Pada malam hari berada dalam rumah
Pengendalian Penyakit Berbasis Lingkungan
1.   Manajemen pengendalian penyakit lingkungan berbasis wilayah
2.   Dengan cara mengendalikan berbagai faktor risiko penyakit
3.   Yang dilaksanakan secara simultan, paripurna, terencana, dan terintegrasi
4.   Dengan tatalaksana kasus penyakit
5.   Dilaksanakan pada satu wilayah tertentu.
6.   Manajemen penyakit berbasis lingkungan tidak bisa dilaksanakan secara sendiri.

7.   Kemitraan dan Networking adalah salah satu kunci utama. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar