Selasa, 21 Maret 2017

SOSIAL BUDAYA DAN PERILAKU KESEHATAN

SOSIAL BUDAYA DAN PERILAKU KESEHATAN
Oleh :
Sinta Fitriani, S.KM, M.KM


Hubungan antara Sosiobudaya dengan kesehatan
Pengertian sosial menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah segala sesuatu yang mengenai masyarakat atau kemasyarakatan. Sedangkan budaya menurut Mitchel merupakan seperangkat nilai-nilai inti, kepercayaan, standar, pengetahuan, moral hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh individu - individu dan masyarakat, yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan, dan memandang dirinya serta orang lain. Jadi dapat disimpulan bahwa, sosial budaya adalah semua hal yang tercipta dari akal dan nurani manusia untuk kehidupan bermasyarakat.
Manusia merupakan makhluk sosial, yang hidup dalam suatu kelompok masyarakat. Dalam setiap kelompok masyarakat terdapat aturan, norma, nilai, dan tradisi yang berbeda-beda. Hal-hal tersebut berkembang bersama masyarakat dan turun temurun dari generasi ke generasi. Sosial budaya sering kali dijadikan petunjuk dan tata cara berperilaku dalam bermasyarakat, hal ini dapat berdampak positif namun juga dapat berdampak negative. Disinilah kaitannya dengan kesehatan, ketika suatu tradisi yang telah menjadi warisan turun temurun dalam sebuah masyarakat namun ternyata tradisi tersebut memiliki dampak yang negatif bagi derajat kesehatan masyarakatnya. Misalnya, cara masyarakat memandang tentang konsep sehat dan sakit dan persepsi masyarakat tentang penyebab terjadinya penyakit disuatu masyarakat akan berbeda-beda tergantung dari kebudayaan yang ada dalam masyarakat tersebut. Contohnya, masyarakat pedesaan beranggapan bahwa penyakit Kusta adalah penyakit kutukan yang tidak dapat disembuhkan, sehingga siapa saja anggota masyarakat dalam daerah tersebut yang menderita penyakit Kusta akan di asingkan dari pemukiman, dan penderitanya akan merasa sangat malu untuk melakukan pengobatan dan menganggap bahwa itu adalah sebuah aib. Padahal dalam ilmu kesehatan bahwa penyakit Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium Leprae. Penderita penyakit ini harus ditangani dengan tepat dan segera, bukan untuk disembunyikan.
Contoh lain, sosial budaya mempengaruhi kesehatan adalah pandangan suatu masyarakat terhadap tindakan yang mereka lakukan ketika mereka mengalami sakit, ini akan sangat dipengaruhi oleh budaya, tradisi, dan kepercayaan yang ada dan tumbuh dalam masyarakat tersebut. Misalnya masyarakat yang sangat mempercayai dukun yang memiliki kekuatan gaib sebagai penyembuh ketika mereka sakit, dan bayi yang menderita demam atau diare berarti pertanda bahwa bayi tersebut akan pintar berjalan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa social budaya sangat mempengaruhi kesehatan baik itu individu maupun kelompok.

Hubungan antara perilaku dengan kesehatan

Menurut Skiner (1938), perilaku adalah suatu respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Pengertian itu dikenal dengan teori S-O-R (Stimulus-Organisme-Respons). 

Menurut Blum (1980)  ada 4 faktor yang mempengaruhi status derajat kesehatan masyarakat atau perorangan yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan (genetic). Disini telah jelas bahwa perilaku merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan. Jika seseorang berperilaku sehat maka tentu saja akan menjadi individu yang sehat, begitu pula sebaliknya. Perilaku juga mempengaruhi gaya hidup seseorang. Perilaku juga mempengaruhi gaya hidup seseorang. Penyakit infeksi maupun penyakit non infeksi sebagian besar disebabkan oleh perilaku manusia itu sendiri. Saat ini dikenal dengan istilah PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam berbagai tatanan, hal ini ditujukan agar masyarakat memiliki perilaku sehat dan meningkatnya derajat kesehatan mereka.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar