Kamis, 23 Maret 2017

Wapadai Kurang Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil

Wapadai Kurang Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil
oleh : 
Hariyani S, S.KM,M.KM


Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein) yang berlangsung lama atau menahun.Risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mempunyai kecenderungan menderita KEK. Seseorang dikatakan menderita risiko KEK bilamana LILA <23,5 cm.
Dampak yang di timbulkan:
1. Ibu
 Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: Anemia, perdarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal dan terkena penyakit infeksi. Sehingga akan meningkatkan kematian ibu (Zulhaida, 2003).
2.   Persalinan
Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan prematur / sebelum waktunya, perdarahan post partum, serta persalinan dengan tindakan operasi cesar cenderung meningkat (Zulhaida, 2003).
3.Janin
Kurang gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, asfiksia intra partum, lahir dengan berat badan rendah (BBLR) (Zulhaida, 2003).
Pencegahan
1.  Pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka, terutama dalam mencukupi kebutuhan akan makanan bergizi.
2. Memberikan pengertian bagi mereka dengan profesi yang menuntut memiliki tubuh kurus tentang bahaya tubuh yang terlalu kurus apalagi jika mereka menguruskan badan dengan cara tidak lazim, seperti anoreksia atau bulim.
Penanganan
            Masalah KEK pada ibu hamil dapat ditanggulangi dengan berbagai macam cara, yaitu sebaga iberikut:
1)      Pemantauan status gizi dan kesehatan melalui pemeriksaan di Posyandu atau Polindes dengan menggunakan KMS ibu hamil dan pita LILA
2)      PMT bagi ibu hamil (pemberian makanan tambahan kudapan atau makanan biasa dengan komposisi energi 600-700 kkal dan protein 15-20 gram selama 90 hari makan) sasaran keluarga miskin program JPS-BK untuk mengatasi masalah KEK.
3)      Suplementasi tablet besi-folat, (kadar besi 60 mg, asamfolat 250 ug), dikonsumsi minimal 90 tablet selama kehamilan (Dr. Suparyanto, M.Kes. 2011).
Selain program-program di atas, masalah KEK pada ibu hamil dapat dibantu dengan cara  pengaturan diet yang benar pada penderita. KEK Seorang ibu hamil memerlukan tambahan energy untuk pertumbuhan janin, plasenta dan jaringan-jaringan lainnya sebesar 300 kkal per hari. Tambahan energy ibu hamil diperoleh dari karbohidrat.Selain tambahan energy ibu hamil juga dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung protein.Tambahan protein yang dibutuhkanpada trimester pertama, kedua dan ketiga sebesar 17 gram per hari (HardinsyahdanTambunan 2004).
Timbulnya KEK pada ibu hamil disebabkan oleh rendahnya konsumsi energy dan protein serta zat gizilainnya selama kehamil.Oleh karena itu, jenis diet yang tepat untuk ibu hamil penderita KEK adalah Diet Energi Tinggi Protein Tinggi.Diet Energi Tinggi Protein Tinggi (ETPT) merupakan diet yang mengandung energy dan protein di atas kebutuhan individu normal.Diet ini biasa diberikan pada pasien yang mengalami kekurangan energyi dan protein contohnya KEK pada ibu hamil.

Tujuan pemberian diet ETPT adalah untuk memenuhi kebutuhan energy dan protein yang meningkat untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh dan juga menambah berat badan hinga mencapai berat badan normal. Bahan makanan yang dianjurkan dalam pemberian diet ETPT ini adalah semua bahan makanan sumber karbohidrat, meningkatkan konsumsi protein baik hewani maupun nabati, sert ameningkatkan asupan sayuran  dan buahan.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar