Kamis, 02 Januari 2020

Aspek Sosial Budaya Dalam Pelayanan Kebidanan


ASPEK SOSIAL BUDAYA DALAM PELAYANAN KEBIDANAN
OLEH :
Chanty Yunie, SST
Dosen Prodi Kebidanan
STIKes Respati Tasikmalaya

Dalam masyarakat pada umumnya pentingnya akan kesehatan masih banyak yang belum sepenuhnya memahami,terutama pada orang awam yang masih menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya  daerah selain itu mereka juga masih memegang  kepercayaan pada nenek moyang atau orang terdahulu sebelum mereka,meraka masih mempercayai mitos-mitos tentang cara-cara mengobati masalah kesehatan,padahal pada faktanya kegiatan mereka tersebut malah menjadi penghambat dalam peningkatan kesehatan masyarakat terutama masalah kesehatan ibu dan anak.apa lagi di era sekarang ini kondisi kesehatan ibu dan anak sangat-sangat memprihatinkan.masih banyak anak-anak yang nutrisi dan gizinya belum tercukupi,karena sebagian masyarakat masih menganggap bahwa apa yang telah di berikan orang terdahulu  harus di berikan kepada anak mereka sekarang.
Pada ibu hamil juga masih banyak mitos-mitos yang di percaya untuk tidak di lakukan,padahal itu harus di lakukan untuk kesehatan ibu dan janin yang di kandungnya,misalnya seperti di larang makan ikan laut,padahal ikan laut itu bergizi tinggi dan banyak mengandung protein yang bagus untuk kesehatan ibu dan janin,tapi mitos dalam budaya mereka melarang untuk memakannya.Pada budaya di daerah mereka ada juga ritual untuk wanita yang sedang hamil,seperti upacara mengandung empat bulan,tujuh bulan,dan lebih dari sembilang bulan.
Menjadi seorang bidan desa dan di tempatkan pada desa yang plosok dan masih tinggi menjunjung adat istiadat kebudayan dan mempercayai mitos sangatlah susah dan penuh perjuangan mental dan raga,karena masyarakatnya lebih mempercayai mitos dari pada tenaga kesehatan seperti bidan,mereka masih mempercayai dukun untuk menolong persalinan atau pun menyembuhkan  penyakit yang di derita masyarakat dan anak.Padahal persalinan dengan bantuan dukun akan menakutkan sekali,karena takut terjadinya infeksi paska persalian,misalnya penularan penyakit selama persalinan,seperti pemotongan tali pusar dengan menggunakan gunting biasa atau belatih dari bambu,padahal seharus naya semua alat yang di gunakan dan gunting tersebut harus di sterilkan terlebih dahulu,tapi kalau dukun tidak melakukan hal itu.
            Jadi tugas kita sebagai tenaga kesehatan bidan dalam upaya untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak kita harus merubah paradigma masyarakat awam tentang ke jelekan tenaga kesehatan bidan di mata orang awam,karena bidan lebih berkompeten dalam melakukan tindakan karena sudah mendapatkan ilmu yang banyak dan mengetahui tentang masalah dan penanggulanganya secara baik dan benar sesuai prosedur kesehatan yang ada,dan pemerintah juga harus berperan dalam pengadaan penunjang untuk  mengurangi kematian ibu dan bayi yang dalam program pemerintah di beri nama sasaran milineum development goals (MDGs).sehingga menciptakan sebuah masyarakat yang tanggap dan berperan aktif dengan masalah kesehata,terutama untuk diri meraka sendiri,dan menjadikan suami siaga pada saat akan persalinan,dan tercapai lah tujuan pemerintah tecapai tindakan untuk membuwat “ibu selamat,bayi sehat,dan suami siaga”.

Contoh –Contoh Aspek Sosial Budaya Dalam Pelayanan Kesehatan
Pada masyarakat di daerah tempat tinggal saya,masih banyak mitos-mitos yang di percayai ketika hamil dan pada saat anak sakit misalnya:
1.    Minum air kelapa muda dan minyak kelapa saat hamil,karena akan memperlancar persalinan.
2.  Pada saat hamil ketika keluar malam harus membawa  gunting atau pisau kecil,agar tidak di ganggu oleh mahluk halus.
3.    Ada kepercayaan kalau pada saat hamil perutnya bulat,berati bayi perempuan.
4.    Minum jamu pada saat hamil,akan membuat ibu dan bayinya sehat.
5.    Pada saat hamil tidak boleh mengantongi  telor karena di percaya pada saat persalinan akan sulit atau di kenal dengan istilah “bebelen”.
6.    Wanita hamil tidak boleh makan buah nanas dan duren,karena bisa menyebabkan keguguran.
7.    Saat hamil tidak boleh membicarakan orang lain tentang kejelekannya karena dapat berbalik pada anak yang di kandungnya.
8.  Saat hamil juga di larang untuk membangun rumah,karena bisa membuat janin yang di kandung keguguran.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar