Kamis, 02 Januari 2020

Menjaga Mutu pelayanan kesehatan (2014)


Menjaga Mutu pelayanan kesehatan
OLEH:
Dadan Yogaswara, S.KM,M.KM



Program menjaga mutu adalah suatu upaya yang berkesinambungan, sistematis dan objektif dalam memantau dan menilai pelayanan yang diselenggarakan dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan, serta menyelesaikan masalah yang ditemukan untuk memperbaiki mutu pelayanan (Maltos & Keller, 1989).
Tujuan program menjaga mutu mencakup dua hal yang bersifat pokok, yang jika disederhanakan dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      Tujuan antara.
Tujuan antara yang ingin dicapai oleh program menjaga mutu ialah diketahuinya mutu pelayanan. Jika dikaitkan dengan kegiatan program menjaga mutu, tujuan ini dapat dicapai apabila masalah serta prioritas masalah mutu berhasil ditetapkan.
2.      Tujuan akhir.
Tujuan akhir yang ingin dicapai oleh program menjaga mutu ialah makin meningkatnya mutu pelayanan. Jika dikaitkan dengan kegiatan program menjaga mutu, tujuan ini dapat dicapai apabila masalah dan penyebab masalah mutu berhasil diatasi.
Apabila program menjaga mutu dapat dilaksanakan, banyak manfaat yang akan diperoleh. Secara umum beberapa manfaat yang dimaksudkan adalah:
1.      Dapat lebih meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan.
2.      Dapat lebih meningkatkan efesiensi pelayanan kesehatan.
3.      Dapat lebih meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
4.      Dapat melindungi pelaksana pelayanan kesehatan dari kemungkinan munculnya gugatan hukum.
5.      Syarat.
Syarat program menjaga mutu banyak macamnya, beberapa dari persyaratan yang dimaksud dan dipandang penting ialah:
a.   Bersifat khas.
b.   Mampu melaporkan setiap penyimpangan.
c.   Fleksibel dan berorientasi pada masa depan.
d.   Mencerminkan dan sesuai dengan keadaan organisasi.
e.   Mudah dilaksanakan.
f.    Mudah dimengerti.
Untuk mengukur dan menilai mutu asuhan dilaksanakan melalui berbagai metoda sesuai kebutuhan. Metoda yang digunakan adalah :
1.   Audit adalah pengawasan yang dilakukan terhadap masukan, proses, lingkungan dan keluaran apakah dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan.
2.   Review merupakan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan, penggunaan sumber daya, laporan kejadian/kecelakaan seperti yang direfleksikan pada catatan-catatan.
3.   Survey dapat dilaksanakan melalui kuesioner atau interview secara langsung maupun melalui telepon, terstruktur atau tidak terstruktur. Misalnya : survei kepuasan pasien.
4.   Observasi terhadap asuhan pasien, meliputi observasi terhadap status fisik dan perilaku pasien.
Contoh Proyek pendanaan Sektor Kesehatan
1.   Seperti dikemukakan saat ini, aasuhan kesehatan untuk bagian terpenting adalah masalah ekonomi dan keuangan.
2.   Asuhan kesehatan yang bermutu adalah mahal, persiapan dan pelaksanaannya nanti akan merupakan tambahan pada anggaran belanja Negara dan rumah sakit sendiri.
3.   Dalam membangun kesehatan selama ini, banyak proyek mendapat bantuan keuangan atau dalam bentuk tenaga ahli dan lain-lain dan WHO, bank dunia, bank pembangunan asia, badan-badan internasional lainnya dan pinjaman atas sumbangan pemerintah.
Peningkatan kemampuan manajemen dan pembaruan aspek struktur dasar di RS Pemerintah, yang diharapkan akan meningkatkan efisiensi dalam pengoperasian, peningkatan pengembangan biaya (cost recovery) dan mengurangi subsidi pemerintah.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar