Kamis, 02 Januari 2020

Merokok Pada Generasi Muda (2013)


Merokok Pada Generasi Muda
OLEH :
Setiawan, SH, M.Kes 
Dosen Tetap Kesehatan Masyarakat

Merokok pertama kali berasal dari suku bangsa Indian di Amerika, namun suku Indian dulu kegiatan merokok adalah untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Setelah abad ke 16, saat para penjelajah Eropa menemukan benua Amerika, mereka mulai mencoba untuk menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau itu ke Eropa sehingga kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa, namun di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Setelah abad ke 17 para pedagang Spanyol mulai masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Para ahli kesehatan dunia melalui banyak riset dan penelitian terbukti bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh  selain menimbulkan ketergantungan juga menimbulkan bayak penyakit, diantaranya adalah penyakit kanker, penyakit pernapasan, penyakit jantung,  penyakit pencernaan, efek buruk bagi kelahiran, emfisema dll.
Mereka yang mencoba pertama kali merokok biasanya akan merasakan batuk-batuk karena asap yang masuk paru-paru, dan karena merokok membuat efek ketergantungan seseorang akan susah untuk lepas dari kebiasaan merokok, walaupun mereka tahu akan bahaya dan resiko terkena berbagai macam penyakit, seperti yang tertulis di setiap dus pembungkus rokok " Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin", Dan sekarang generasi muda/ pelajar sudah tidak ragu-ragu lagi mencoba merokok, walaupun dengan sembunyi-sembunyi bahkan anak SD sudah banyak yang mencoba-coba untuk merokok. Tidak heran jumlah orang yang ketergantungan merokok menjadi meningkat pesat, bahkan mereka yang sudah ketergantungan lebih mementingkan merokok dari pada mengkonsumsi makanan sehat atau hal-hal lainnya. Setiap tanggal 31 Mei seluruh dunia mengkampanyekan hari tanpa asap rokok atau World No Tobacco Day di bawah naungan badan kesehatan dunia(WHO).
Menurut Murtiyani ( 2011 ) masa remaja merupakan masa yang rentan bagi seseorang untuk terlibat dalam prilaku menyimpang seperti rokok. Seorang remaja memilih untuk merokok erat kaitannya denganbelum matangnya mental seorang remaja. Seorang remajasudah tidak tidak lagi di katakan sebagai kanak-kanak, namun masih belim cukup matang untuk dikatakan dewasa sehingga masih sering gagal untuk memepertimbangkan dampak dari perilakunya sendiri. Remaja juga sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba. Yang kadang kala berdampak negatif bagi dirinya dan orang lain seperti merokok. Namun remaja sering mengabaikan dampaknya karena remaja masih dalam rangka mencari identitas  diri dan tidak ragu lagi untuk mencoba sesuatu yang baru mesti berbahaya dalam rangka meningkatkan status sosial di lingkungan pergaulan. 
Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kanker, seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis kronik. Atau juga kanker lain, seperti kanker   nasofarings, mulut, esofagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini, osteoporosis, kemandulan, dan impotensi.
Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.  Asap rokok mengandung sejumlah zat yang berbahaya seperti benzen, nikotin, nitrosamin, senyawa amin, aromatik, naftalen, ammonia, oksidan sianida, karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain. Partikel ini akan mengendap di saluran napas dan sangat berbahaya bagi tubuh. Endapan asap rokok juga mudah melekat di benda- benda di ruangan dan bisa bertahan sampai lebih dari 3 tahun, dengan tetap berbahaya.
Perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif. Dokter Budhi Antariksa, Spesialis Paru dari Rumah  Sakit Royal Taruma mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekitarnya.
Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. Namun konsentrasi racun perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap rokok yang ia hembuskan. “Namun karena perokok aktif sekaligus menjadi perokok pasif maka dengan sendirinya risiko perokok aktif jauh lebih besar daripada perokok pasif,”  ujar dr.Budhi Antariksa
Bahaya merokok pada wanita antara lain: Merusak kulit, mengganggu sistem reproduksi, menganggu siklus menstruasi termasuk timbulnya rasa nyeri, menurunkan kesuburan, meningkatkan risiko terkena kanker payudara, rahim, dan kanker paru-paru, menganggu  pertumbuhan janin dalam rahim, menganggu kelancaran ASI, keg.uguran, hingga kematian janin.
Bahaya merokok bagi pelajar diantaranya dapat meningkatkan resiko kanker paru-paru dan penyakit jantung di usia yang masih muda. Selain itu kesehatan kulit tiga kali lipat lebih beresiko terdapat keriput di sekitar mata dan mulut. Kulit akan menua sebelum waktunya atau biasa disebut penuaan dini.
Jangan menganggap merokok bisa membantu menghilangkan stress saat ujian. Bukti medis menunjukkan bahwa merokok tidak menenangkan. Ini hanya efek sementara nikotin yang memberikan rasa tenang sesaat. Setelah itu jika sudah selesai merokok stress akan kembali lagi.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar