Kamis, 02 Januari 2020

Pantangan Gizi VS Resiko ANEMIA Pada Ibu Nifas






Tupriliany Danefi, SST.,M.Kes


PANTANGAN GIZI VS RESIKO ANEMIA PADA IBU NIFAS


            Anemia Gizi merupakan masalah gizi yang sering dialami oleh ibu nifas, karena pada masa nifas terjadi kehilangan darah yang menyebabkan jumlah hemoglobin dalam tubuh menurun yang akhirnya menyebabkan sel sel tubuh tidak cukup mendapatkan pasokan oksigen. Menurut (WHO) tingginya prevalensi anemia pada masa nifas dapat menyebabkan terjadinya kematian ibu bersalin atau nifas sebagai akibat komplikasi penanganannya. Sekitar 50% dari kematian di negara-negara berkembang disebabkan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh anemia defisiensi besi. Pengaruh anemia pada masa nifas adalah terjadinya subvolusi uteri yang dapat menimbulkan perdarahan post partum, memudahkan infeksi puerperium, pengeluaran ASI berkurang dan mudah terjadi infeksi payudara.
            Selain  disebabkan oleh perdarahan, anemia pada ibu nifas juga bisa diperburuk dari asupan gizi yang kurang baik. Gizi yang kurang bisa dikarenakan salah satunya dari ibu nifas yang melakukan pantang makan. Perilaku pantang makan merupakan hasil budaya masyarakat yang mengalami perubahan terus menerus dan akhirnya menghasilkan perilaku makan yang salah sehingga menyebabkan masalah gizi. Seharusnya ibu nifas tidak memiliki pantangan makan apapun, tetapi faktanya masih banyak ibu nifas yang melakukan pantang makan, misalnya makan yang amis amis. Padahal dengan memakan makanan yang amis amis, itu tandanya bahwa ibu mengkonsumsi protein. Protein merupakan makronutrien yang berperan dalam transportasi dan penyimpanan zat besi. Tanpa protein yang cukup, maka ibu nifas akan mengalami keterlambatan penyembuhan bahkan berpotensi terjadi infeksi bila daya tahan tubuh kurang akibat pantang makanan bergizi. Protein juga diperlukan untuk pembentukan ASI. Sebaiknya ibu nifas mengkonsumsi minimal telur, tahu, tempe dan daging atau ikan. tetapi misal ibu nifas mengalami alergi terhadap protein hewani, maka bisa diganti dengan protein nabati seperti kacang kacangan.
Pola makan dengan menu seimbang sangat dianjurkan bagi ibu nifas yang sesuai dengan kebutuhan seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, serat dan air, tetapi bagi ibu nifas juga sebaiknya memperhatikan jenis makanan yang harus dihindari diantaranya yaitu makanan yang mengandung zat aditif atau bahan pengawet, makanan yang berkalori tinggi, daging atau makanan yang tidak diolah dengan sempurna serta makanan yang merangsang seperti makanan pedas.




Tidak ada komentar :

Posting Komentar