Kamis, 02 Januari 2020

POSBINDU (2014)


POSBINDU
OLEH :
H Aam Nursalam, S.KM, MMKes

Posbindu menurut Depkes RI (2002) adalah pusat bimbingan pelayanan kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan dalam rangka pencapai masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Posbindu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan masyarakat  itu sendiri, khususnya penduduk usia lanjut. Posbindu kependekan dari Pos Pembinaan Terpadu, program ini berbeda dengan Posyandu, karena Posbindu dikhususkan  untuk pembinaan para orang tua baik yang akan memasuki masa lansia maupun yang sudah memasuki lansia (Depkes, 2007).
Posbindu lansia adalah suatu forum komunikasi alih teknologi dan pelayanan bimbingan kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis dalam mengembangkan sumberdaya manusia sejak dini (Effendy, 2001).
Tujuan diadakannya Posbindu adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berguna dalam kehidupan  keluarga dan masyarakat sesuai dengan eksistensinya dalam strata kemasyarakatan. Jadi dengan adanya Posbindu diharapkan adanya kesadaran dari usia lanjut untuk membina kesehatannya serta meningkatkan  peran serta masyarakat termasuk keluarganya dalam mengatasi kesehatan usia lanjut. Fungsi dan tugas pokok Posbindu yaitu membina lansia supaya tetap bisa beraktivitas, namun  sesuai kondisi usianya agar tetap sehat, produktif dan mandiri selama mungkin serta melakukan upaya rujukan bagi yang membutuhkan (Depkes, 2007).Tujuan pokok dari pelayanan Posbindu adalah :
1.    Memperlambat angka kematian kelompok masyarakat lansia
2.    Meningkatkan pelayanan kesehatan kelompok masyarakat lansia\
3.    Meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat lansia untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dari kegiatan-kegiatan lain yang menunjang kemampuan hidup sehat.
4.    Pendekatan dan pemerataan pelayan kesehatan pada kelompok masyarakat lansia dalam usa meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan pada penduduk berdasarkan letak geografis.
5.    Meningkatkan pembinaan dan bimbingan peran serta kelompok masyarakat lansia dalam rangka alih teknologi untuk swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat (Effendy, 1998).
Ketaatan lansia untuk menggunakan sarana kesehatan atau mengikuti program kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: pengetahuan, sikap, persepsi, perilaku dalam bentuk praktik yang sudah nyata berupa perbuatan terhadap situasi atau rangsangan dari luar (kepercayaan) dan keterjangkauan sarana pelayanan kesehatan. Secara umum perilaku kesehatan seseorang mencakup perilaku terhadap sakit dan penyakit, perilaku terhadap sistem pelayanan kesehatan, maupun perilaku terhadap program kesehatan.
Faktor lain yang mempengruhi perilaku ketaatan seseorang pada kesehatan adalah sebagai berikut: kebutuhan, jumlah dan struktur keluarga, faktor sosial budaya, etnik, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, harga/biaya pelayanan, jarak, persepsi terhadap sarana kesehatan, dan kekuatan pengambilan keputusan (Notoatmodjo, 2003).
Pada prinsipnya pembentukan Posbindu didasarkan atas kebutuhan  masyarakat usia lanjut tersebut. Ada beberapa pendekatan  yang digunakan  dalam pembentukan posbindu  dimasyarakat sesuai dengan kondisi  dan situasi masing-masing daerah, misalnya  mengambangkan kelompok-kelompok yang sudah ada seperti kelompok pengajian, kelompok jemaat gereja, kelompok arisan usia lanjut dan lain-lain. Pembentukan Posbindu dapat pula menggunakan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat  Desa (PKMD).Pendekatan PKM merupakan suatu pendekatan yang sudah umum dilaksanakan  dan merupkan pendekatan pilihan yang dianjurkan untuk pembentukan Posbindu baru. Langkah-langkahnya meliputi:
1.        Pertemuan tingkat desa
2.        Survey mawas diri
3.        Musyawarah Masyarakat Desa
4.        Pelatihan kader
5.        Pelaksanaan upaya kesehatan oleh masyarakat
6.        Pembinaan dan pelestarian  kegiatan
Berikut ini sebagai salah satu contoh pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan posbindu:
1.        Surveilans hipertensi
2.        Pembuatan peta kewaspadaan hipertensi
3.        Pemeriksaan tekanan darah secara rutin
4.        Pelaksanaan senam jantung sehat dan senam lansia secara rutin
5.        Promosi kesehatan yang berkaitan dengan bahaya hipertensi
Berdasarkan hal tersebut maka strategi promosi kesehatan yang akan dikembangkan dalam rangka pencegahan hipertensi adalah:

a.        Advokasi (advocacy)
b.        Dukungan sosial (social support)
c.         Pemberdayaan masyarakat (empowerment)
d.        Penyuluhan kesehatan tentang pencegahan & penatalaksanaan hipertensi
e.        Pelatihan pengukuran tekanan darah bagi keluarga lansia dan keluarga penderita hipertensi
f.          Pengumpulan dana sosial Tanggap Hipertensi

Tidak ada komentar :

Posting Komentar