Kamis, 02 Januari 2020

Tradisi dalam Perilaku Kesehatan (2013)


Tradisi dalam Perilaku Kesehatan

OLEH :
Sinta Fitriani, S.KM,M.KM

Skinner(1938) seorangakhlipsikologis, perumuskanbahwaperilakumerupakanresponataureaksiseseorangterhadap stimulus (rangsangandariluar).
Dilihatdaribentukresponterhadap stimulus inimakaperilakudapatdibedakanmenjadidua,yaitu :
1.    Perilakutertutup (covert behavior)
Responseseorangterhadap stimulus dalambentukterselubungatautertutup, misalnyaibuhamiltahupentingnyaperiksakehamilan.
2.    Perilakuterbuka (overt behavior)
Responseseorangterhadap stimulus dalambentuktindakannyata, misalnyaseorangibumemeriksakankehamilannya.
Perilakukesehatandapatdiklasifikasikanmenjadi 3 kelompok :
1.    Perilakupemeliharaankesehatan (health maintenance)
Usaha seseoranguntukmemeliharaataumenjagakesehatan agar tidaksakitdanusahauntukpenyembuhanbilamanasakit.Perilakupemeliharaankesehatanterdiridari 3 aspek :
a.    Perilakupencegahanpenyakit, danpenyembuhanpenyakitbilasakit, sertapemulihankesehatanbilamanatelahsembuhdaripenyakit
b.    Perilakupeningkatankesehatan, apabilaseseorangdalamkeadaansakit.
c.    Perilakugizi (makanandanminnuman)
2.Perilakupencariandanpenggunaansisitemataufasilitaspelayanankesehatan
Upayaseseorangpadasaatmenderitadanataukecelakaan.Dimulaidaripengobatansendirisampaimencaripengobatankeluarnegeri.
3.    Perilakukesehatanlingkungan
Becker, 1979 membuatklasifikasitentangperilakukesehatan, diantaranya :
a.    Perilakuhidupsehat
Kegiatanseseoranguntukmempertahankandanmeningkatkankesehatannya.Perilakuinimencakup :
1)    Menu seimbang
2)    Olahragateratur
3)    Tidakmerokok
4)    Tidakmeminum-minumankerasdannarkoba
5)    Istirahat yang cukup
6)    Mengendalikanstress
7)    Perilakuataugayahidup lain yang positifbagikesehatan.
b.    Perilakusakit
Responseseorangterhadapsakitdanpenyakit. Persepsinyaterhadapsakitpengetahuantentangpenyebabdangejalapenyakit, pengobatanpenyakitdsb.
c.    Perilakuperansakit
Perangsanginidisebut reinforcing stimuli  atau reinforce karenaperangsangtersebutmemperkuatrespons yang telahdilakukanolehorganisme. Misalnya, seoranganaktelahmelakukansesuatuperbuatankemudianmemperoleh hadiahmakaiaakanmenjadilebihgiatbelajaratauakanlebihbaiklagimelakukanperbuatantersebut.
Fokus teori Skinner adalahpadaresponataujenisperilaku yang keduaini.
1.    ProsedurPembentukanPerilaku
Prosedurpembentukanperilakumenurut skinner adalahsebagaiberikut :
a.    Melakukanidentifikasitentanghal-hal yang merupakanpenguatatau reinforce berupahadiah-hadiahatau rewards bagiperilaku yang akandibentuk.
b.    Melakukananalisisuntukmengidentifikasikomponen-komponenkecil yang membentukperilaku yang dikehendaki. Kemudiankomponen-komponentersebutdisusundalamurutan yang tepatuntukmenujukepadaterbentuknyaperilaku yang dimaksud.
c.    Denganmenggunakansecaraurutkomponen-komponenitusebagaitujuan-tujuansementara, mengidentifikasi reinforce.
d.    Melakukanpembentukanperilakudenganmenggunakanurutankomponen yang telahtersusunitu. Sebagaiilustrasi, misalnyadikehandaki agar anakmempunyaikebiasaanmenggosokgigisebelumtidur. Untukberperilakusepertiinimakaanaktersebutharus :
1)    Pergikekamarmandisebelumtidur
2)    Mengambilsikatdanodol
3)    Mengambil air danberkumur
4)    Melaksanakanmengosokgigi
5)    Menyimpansikatgigidanodol
6)    Pergikekamartidur
2.    Bentukperilaku
Secaralebihoperasionalperilakudapatdiartikansuaturesponorganismeatauseseorangterhadaprangsangan (stimulus) dariluarsubjektersebut.Responiniberbentukduamacam, yakni :
a.    Bentukpasif
b.    BentukAktif
c.    PerilakuKesehatan
d.    Perilakuterhadap system pelayanankesehatan.
e.    Perilakuterhadapmakanan(nutrition behavior)
f.    Perilakuterhadaplingkungankesehatan (environmental health behavior)
Persepsimasyarakatmengenaiterjadinyapenyakitberbedaantaradaerah yang satudengandaerah yang lain, karenatergantungdarikebudayaan yang adadanberkembangdalammasyarakattersebut. Persepsikejadianpenyakit yang berlainandenganilmukesehatansaatinimasihadadimasyarakatdapatturundarigenerasikegenerasiberikutnyabahkandapatberkembangluas.
Berikutinicontohpersepsimasyarakattentangpenyakit malaria, yang saatinimasihada di beberapadaerahpedesaan di Papua (Irian Jaya). Makananpokokpenduduk Papua adalahsagu yang tumbuhdidaerahrawa-rawa, tidakjauhdarimerekatinggalterdapathutanlebat.
Pendudukdesatersebutberanggapanbahwahutanitumilikpenguasagaib yang dapatmenghukumsetiap orang yang melanggarketentuannya.Pelangarandapatberupamenebang, membabathutan, akandiganjarhukumanberupapenyakitdengangejalademamtinggi, mengigil, danmuntah. Penyakittersebutdapatsembuhdengancaramemintaampunkepadapenguasahutan, kemudianmemetikdaundaripohontertentu, dibuatramuanuntukdiminumdandioleskankeseluruhtubuhpenderita.
Persepsimasyarakatmengenaipenyakitdiperolehdanditentukandaripenuturansederhanadanmudahsecaraturuntemurun. Misalnya, penyakitakibatkutukan Allah, makhlukghaib, roh-rohjahat, udarabusuk, tanamanberbisa, binatang.PadasebagianpendudukPulaujawa, dulupenderitademamsangattinggidiobatidengancaramenyiram air dimalamhari. Air yang telahdiberiramuandanjampi-jampiolehdukundanpemukamasyarakat yangdiseganidigunakansebagaiobat malaria.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar